KUNINGAN – Khatulistiwatipikor.com
Semangat baru dalam pelestarian budaya, sosial, dan pemberdayaan masyarakat serta pelestarian alam resmi hadir dengan lahirnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Maung Siliwangi Pakuan (Masyarakat Unggul Siliwangi Putra Kuningan). Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Iza Mochammad Faozi organisasi ini berkomitmen untuk menjadi motor penggerak kebersamaan serta memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, baik di Kabupaten Kuningan maupun secara luas di nusantara.
LSM Maung Siliwangi Pakuan hadir sebagai inisiatif strategis yang merangkum berbagai aspek kehidupan masyarakat secara holistik. Organisasi ini dirancang untuk tidak hanya berfokus pada satu bidang, melainkan bergerak secara komprehensif melalui lima pilar utama pengembangan:
ASPEK SOSIAL dan KEMANUSIAAN
Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan vokasi serta pembentukan divisi khusus relawan tanggap bencana dan aksi sosial rutin.
ASPEK EKONOMI dan KESEJAHTERAAN
Mendorong pertumbuhan Koperasi, UMKM lokal, serta memperkuat ketahanan pangan daerah berbasis sektor pertanian, peternakan, dan perikanan rakyat.
ASPEK BUDAYA, PENDIDIKAN, dan KARAKTER
Menjadikan kearifan lokal Siliwangi (silih asih, silih asah, silih asuh) sebagai landasan moral, di samping mendukung peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan literasi.
ASPEK HUKUM, ADVOKASI, dan KEBIJAKAN PUBLIK Mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk pendampingan warga kurang mampu serta berperan aktif sebagai mitra kritis pemerintah yang konstruktif.
ASPEK LINGKUNGAN HIDUP dan SDA
Melakukan aksi konservasi alam seperti reboisasi hulu air, pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS), serta pengembangan ekowisata berkelanjutan.
MEMBUMIKAN VISI LEWAT DIASPORA dan AKSI NYATA
Agar dapat mengakar kuat di hati masyarakat, baik di kampung halaman maupun di perantauan, Ketua Umum ( Ketum) Iza Mochammad Faozi bersama jajaran pengurus telah menyiapkan langkah-langkah strategis, di antaranya merangkul paguyuban perantau asal Kuningan di berbagai kota besar, membumikan identitas budaya Sunda yang humanis (cageur, bageur, bener, pinter, singer), serta membuka kolaborasi luas dengan berbagai elemen masyarakat.
Sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang, organisasi ini juga memberlakukan Pemetaan Wilayah Pengembangan (Expansion Mapping) yang terstruktur ke dalam empat klaster utama:
1.Klaster 1 (Basis Utama).Kabupaten Kuningan dan wilayah Ciayumajakuning.
2.Klaster 2 (Pusat Diaspora).Jabodetabek dan Bandung Raya.
3.Klaster 3 (Perluasan Regional): Kota-kota strategis di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatra.
4.(Nasional): Pembangunan jaringan perwakilan di seluruh pelosok tanah air.
Melalui pembentukan Task Force perintis, pendataan potensi warga di perantauan, serta gelaran silaturahmi akbar berbasis budaya, LSM Maung Siliwangi Pakuan optimistis dapat tumbuh menjadi rumah bersama yang merangkul seluruh elemen bangsa.
“Semoga di bawah kepemimpinan Ketua Umum Iza Mochammad Faozi dan dukungan penuh seluruh jajaran, LSM Maung Siliwangi Pakuan senantiasa diberi kelancaran, istiqamah dalam kebaikan, serta sukses mewujudkan cita-cita luhurnya bagi kemajuan Kuningan dan Indonesia,” ujar perwakilan pengurus.( 3/10/2026).
(Red)
