KUNINGAN – Khatulistiwatipikor.com
Senin 21 September 2026. Proyek rehabilitasi bangunan SMA Negeri 1 Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp987.954.000 kini menjadi sorotan publik. Pelaksanaan pekerjaan pada item struktur rangka atap diduga kuat menggunakan material baja ringan yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun spesifikasi teknis dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditentukan.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lokasi proyek serta informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, material rangka baja ringan yang terpasang terindikasi memiliki ketebalan profil di bawah standar keamanan bangunan sekolah. Langkah penyedia jasa atau kontraktor pelaksana yang disinyalir memangkas spesifikasi demi menekan biaya modal ini dinilai sangat mengabaikan keselamatan pengguna bangunan.
Penggunaan material baja ringan non-standar atau berkualitas rendah pada fasilitas pendidikan sangat berisiko memicu kegagalan struktur atap, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem atau beban angin kencang. Praktik minim pengawasan ini berpotensi besar membahayakan keselamatan para siswa dan tenaga pengajar di kemudian hari.
Publik dan pihak terkait mendesak dinas pendidikan serta aparat pengawas eksternal untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menguji kelayakan material di lokasi. Jika terbukti terjadi pelanggaran spesifikasi, pihak pelaksana diminta untuk segera mengganti seluruh material rangka atap sesuai dengan standar kelaikan dan keamanan yang berlaku demi keselamatan warga sekolah.(Red)
