Proyek Rehabilitasi SMAN 1 Cidahu Kuningan Senilai Rp987 Juta Disorot: Dugaan Penggunaan Atap Baja Ringan Tak Ber-SNI Terancam Dilaporkan ke APH

Spread the love


KUNINGAN – Khatulistiwatipikor.com
Senin 21 September 2026. Pelaksanaan proyek rehabilitasi bangunan SMA Negeri 1 Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang menyerap anggaran negara sebesar Rp987.954.000, kini meruap ke publik dan memicu sorotan tajam. Poin utama yang menjadi perhatian serius berada pada pengerjaan struktur rangka atap, yang diduga kuat menggunakan material baja ringan yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta menyimpang dari spesifikasi teknis Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Dugaan pelanggaran spesifikasi pada proyek beranggaran fantastis ini dinilai tidak hanya berpotensi merugikan keuangan negara, tetapi juga mengancam keselamatan para siswa dan tenaga pengajar yang nantinya beraktivitas di bawah bangunan tersebut.

“Penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu SNI merupakan bentuk ketidakpatuhan serius terhadap dokumen kontrak. Jika hal ini dibiarkan, bukan hanya mutu fisik bangunan yang dikorbankan, melainkan juga keselamatan jiwa anak-anak sekolah,” tegas perwakilan elemen masyarakat/lembaga pengawas pembangunan lokal dalam keterangannya.(21/9/2026).

Atas temuan indikasi ketidaksesuaian material tersebut, pihak-pihak terkait mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat serta Inspektorat untuk segera turun tangan melakukan audit fisik dan teknis di lapangan secara menyeluruh.

Apabila dalam proses pemeriksaan terbukti ditemukan unsur kesengajaan, penggelembungan mutu (downgrading material), atau tindakan kekeliruan pengerjaan yang merugikan negara, kasus ini dipastikan akan resmi dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kejaksaan maupun Kepolisian, guna dilakukan penyelidikan serta proses hukum sesuai regulasi tindak pidana korupsi yang berlaku.
Masyarakat mengimbau agar proses pembangunan fasilitas publik, khususnya sarana pendidikan, dilakukan secara transparan, akuntabel, dan mengutamakan kualitas keselamatan tanpa kompromi.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *