KUNINGAN — KHATULISTIWATIPIKOR.com
Kamis 23 Juli 2026. Rencana Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan untuk menggelar kegiatan family gathering dan diskusi santai bersama insan pers di objek wisata Waduk Darma pada Sabtu, 26 Juli 2026, menuai gelombang kritik. Agenda bertajuk “Ngobrol Bareng Media” ini dinilai kurang tepat momentum, mengingat lembaga legislatif tersebut saat ini tengah menjadi sorotan publik terkait berbagai isu internal yang sensitif.
Seperti diketahui, publik Kabupaten Kuningan belakangan ini gencar menyoroti dinamika di tubuh DPRD, mulai dari dugaan pelanggaran etika oleh oknum anggota dewan hingga polemik penyesuaian tunjangan DPRD yang terus memicu perdebatan.
Sorotan tajam salah satunya datang dari Ketua Forum Wartawan Desa (Forwades), Suradi Bule. Ia secara terbuka menyoroti latar belakang pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengindikasikan adanya motif tertentu di balik agenda keakraban itu.
“Kami menduga ada upaya untuk meredam isu-isu sensitif yang sedang bergulir di DPRD agar tidak semakin berkembang di media,” tegas Suradi Bule.(23/7/2026).
Dugaan Pembatasan Akses dan Penjinakan Media
Selain menyoal momentum yang dianggap tidak pas di tengah sorotan publik, Suradi juga menyayangkan pola pendistribusian undangan kegiatan yang dinilainya terkesan tebang pilih. Langkah DPRD yang tidak merangkul seluruh elemen pers di Kabupaten Kuningan dinilai berpotensi memicu persepsi negatif dan mencederai keterbukaan informasi.
Lebih lanjut, Suradi mencium adanya indikasi yang lebih jauh dari sekadar acara silaturahmi biasa. Menurutnya, pola-pola seperti ini rentan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu.
“Kami menduga kegiatan tersebut menjadi ajang penjinakan pemberitaan media, sekaligus upaya mengkotak-kotakkan media agar terjadi perpecahan antar sesama insan pers di Kabupaten Kuningan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak pimpinan maupun Sekretariat DPRD Kabupaten Kuningan terkait kritik dan dugaan yang disampaikan oleh pihak Forwades tersebut.(red)
