KUNINGAN – Khatulistiwatipikor.com
Sabtu 15 Agustus 2026. Sebanyak 14 orang relawan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Putri Pandawa Lima yang berlokasi di Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengeluhkan tindakan pemberhentian secara sepihak yang dilakukan oleh pihak pengelola dapur setempat.
Keputusan pemutusan kerja sama secara mendadak tersebut dinilai tidak wajar dan memicu kekecewaan besar dari para relawan yang selama ini telah berkontribusi aktif mendukung program pemenuhan gizi nasional di wilayah tersebut.
Pemberhentian ini menyasar para tenaga relawan yang bertugas dalam operasional harian dapur harian, mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan masakan, hingga proses distribusi makanan. Menurut keterangan perwakilan relawan, pemberhentian dilakukan tanpa adanya pemberitahuan awal, proses evaluasi, maupun penyampaian Surat Peringatan (SP) terlebih dahulu.
“Kami sangat terkejut dan kecewa dengan keputusan pengelola yang memberhentikan kami secara mendadak dan tanpa alasan yang jelas. Selama ini kami bekerja menjalankan tugas sesuai prosedur yang ada. Jika ada evaluasi atau penyesuaian kuota, seharusnya ada komunikasi dan penyampaian secara resmi serta transparan, bukan diputus begitu saja,” ujar salah satu perwakilan dari 14 relawan yang terdampak.
Tindakan pemutusan sepihak ini disayangkan mengingat operasional Dapur MBG mengacu pada kriteria dan petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN), yang menekankan prinsip akuntabilitas, transparansi, serta tata kelola administrasi yang baik.
Atas kejadian ini, ke-14 relawan menyampaikan beberapa tuntutan dan sikap resmi:
KLARIFIKASI TRANSPARAN
Meminta penjelasan terbuka dan tertulis dari Pihak Pengelola Dapur MBG Putri Pandawa Lima mengenai alasan obyektif di balik pemutusan hubungan kerja sama tersebut.
INTERVENSI PIHAK BERWENANG
Meminta perhatian dan evaluasi dari Koordinator Wilayah/Kecamatan Badan Gizi Nasional (BGN) serta instansi pemerintah daerah Kabupaten Kuningan terkait tata kelola dan manajemen SDM di Dapur MBG Putri Pandawa Lima Kadugede agar kejadian serupa tidak terulang.
Para relawan berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan secara kekeluargaan dan adil, demi menjaga kelancaran serta nama baik program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kuningan.(red)
