Kuningan-KHATULISTIWATIPIKOR.com
Selasa 28 Juli 2026. Pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Gunungkarung, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, secara tegas menampik isu terkait dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp25.000 yang ditujukan kepada para siswa penerima manfaat. Pihak sekolah memastikan bahwa informasi yang beredar di masyarakat tersebut tidak benar adanya.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Sekolah SDN 1 Gunungkarung saat memberikan klarifikasi resmi kepada media melalui sambungan telepon WhatsApp pada (28/7/2026). Dalam keterangannya, Kepala Sekolah menyatakan telah memberikan instruksi ketat kepada seluruh pihak internal sekolah untuk tidak melakukan pemotongan dana PIP dalam bentuk apa pun dan dengan alasan apa pun.
PENJELASAN TEKNIS ADMINISTRASI dan BUKU TABUNGAN
Pada hari yang sama, Operator SDN 1 Gunungkarung berinisial R, saat ditemui langsung di lingkungan sekolah, turut meluruskan duduk perkara mengenai uang sebesar Rp25.000 serta penanganan buku tabungan siswa.
R menjelaskan beberapa poin penting terkait teknis di lapangan:
Bukan Pemotongan Langsung: Uang sebesar Rp25.000 yang diterima dari sejumlah orang tua siswa penerima PIP murni bersifat pemberian secara sukarela, bukan pemotongan langsung dari nilai bantuan PIP yang dicairkan. Uang tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan administrasi penunjang teknis selama proses pengurusan dan pencairan.
PENGAMANAN BUKU TABUNGAN
Mengenai buku tabungan PIP siswa yang disimpan di sekolah, R menegaskan hal tersebut semata-mata bertujuan untuk pengamanan. Langkah ini diambil guna mengantisipasi risiko hilangnya dokumen sebelum atau saat proses pencairan dilakukan.
FAKTOR ORANG TUA BEKERJA di LUAR DAERAH Adanya buku tabungan yang tersimpan di sekolah juga didasari atas permintaan/inisiatif dari orang tua siswa sendiri, khususnya mereka yang bekerja di luar wilayah Luragung sehingga menitipkan dokumen tersebut agar lebih terkoordinasi dan aman.
Dengan adanya klarifikasi resmi dari pimpinan sekolah serta penjelasan teknis dari pihak operator ini, SDN 1 Gunungkarung berharap dapat menjawab kekhawatiran publik dan meluruskan disinformasi yang sempat berkembang di tengah masyarakat.(red)
