Warga Desa CIEURIH Menyoal PT FSJ : Prioritas Tenaga Kerja LOKAL Dan Transparansi CSR

Warga Desa CIEURIH Menyoal PT FSJ : Prioritas Tenaga Kerja LOKAL Dan Transparansi CSR

Spread the love

KUNINGAN – Khatulistiwatipikor.com

Jumat 7 Agustus 2026. Gelombang kekecewaan mendera warga Desa Cieurih, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan. Warga menilai pihak manajemen PT Fashion Stitch Joshua (FSJ) telah mengingkari janji manis yang disampaikan saat awal perencanaan dan pembangunan pabrik garmen tersebut di wilayah mereka.

Selain menuntut kejelasan penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR), poin utama yang memicu keresahan warga adalah komitmen penerimaan tenaga kerja.

“pada masa sosialisasi pembangunan, pihak perusahaan sempat berjanji akan memprioritaskan warga pribumi setempat untuk diterima bekerja. Namun dalam kenyataannya, calon tenaga kerja dari Desa Cieurih justru mengalami kesulitan besar untuk menembus proses rekrutmen.”ungkap perwakilan warga desa setempat yang enggan menyebutkan namanya,(7/8/2026).

Kondisi ini memicu rasa kecewa mendalam karena warga merasa dibohongi oleh janji awal keberadaan pabrik yang diharapkan mampu menyerap pengangguran dan meningkatkan ekonomi desa.

Merespons situasi tersebut, perwakilan warga berencana mengambil langkah-langkah strategis:

PENDATAAN PELAMAR LOKAL

Menginventarisasi seluruh warga Desa Cieurih yang gagal dalam rekrutmen PT FSJ sebagai bahan evaluasi bersama.

PERMOHONAN AUDENSI RESMI

Mengirimkan surat permohonan dialog terbuka dengan pimpinan manajemen PT FSJ untuk menagih komitmen kuota pekerja lokal.

PELATIHAN KERJA PELATIHAN PRA – SELEKSI

Menuntut perusahaan menyediakan program pelatihan jahit/keterampilan industri garmen khusus warga sekitar melalui alokasi CSR agar memenuhi standar kualifikasi.

PENGADUAN ke DISNAKER

Mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Kuningan untuk turun tangan memfasilitasi mediasi serta mengawasi sistem rekrutmen perusahaan.

Warga berharap PT FSJ dapat segera membuka ruang komunikasi dan memberikan solusi konkret. Kehadiran investasi di daerah idealnya memberikan dampak positif berdampingan dengan masyarakat sekitar, bukan justru memicu konflik sosial akibat komitmen yang tidak ditepati.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *